Kamojang Hill Bridge atau
yang biasa dikenal dengan sebutan Jembatan Kuning Cukang Monteng merupakan
jembatan berwarna kuning terang yang terdapat di Desa Laksana, Kecamatan Ibun. Jembatan
Kuning juga menghubungkan Kabupaten Bandung dan Garut. Untuk mencapai Jembatan
Kuning ini masyarakat bisa memilih beberapa jalur alternatif, masyarakat bisa
menempuh jalur Keluar Tol Cileunyi – Rancaekek – Cicalengka – Garut – Samarang
– Kamojang.Jalur kedua melalui Keluar Tol Moh. Toha/Tol Buah Batu – Baleendah –
Ciparay -Majalaya – Paseh – Kamojang. Sedangkan jalur ketiga, setelah keluar
tol Cileunyi – Rancaekek – Majalaya, Paseh – Ibun – Kamojang, atau juga bisa melalui
jalur Cijapati.
Ada juga jalur lain yang bisa di tempuh untuk menuju Jembatan Kuning,
yaitu jalur tanjakan Monteng. Jika memilih jalur tanjakan Monteng masyarakat
dihimbau lebih hati-hati dikarenakan tanjakan ini merupakan tanjakan yang
terjal, sempit dan juga berliku. Tetapi, kelebihan jika memilih jalur ini,
masyarakat akan disuguhkan dengan pemandangan Gunung Kamojang yang menjulang
tinggi di sepanjang jalan, dikanan kiri terdapat hamparan sawah dengan
terasering yang indah.
Jembatan Kuning awalnya ditujukan untuk mempermudah perjalanan menghindari
Tanjakan Monteng yang kerap memakan korban dan juga jalur menuju objek wisata
Kawah Kamojang. Karena bentuknya yang indah membuat Bupati Kabupaten Bandung,
Dadang M. Naser menunjuk Jembatan Kuning menjadi ikon baru di Kabupaten
Bandung. Jembatan yang berwarna kuning terang dengan panjang 2,4 km dibilang
mirip dengan jembatan jembatan Sydney
Harbour Bridge di Australia. Tidak heran jika saat ini Jembatan Kuning
sering didapati masyarakat sedang berswafoto di jembatan ini. Masyarakat
yangmemilih Jembatan Kuning sebagai jalur perjalanan menuju Garut atau Kabupten
Bandung sengaja berhenti hanya untuk mengabadikan momen di sini.
Bukan hanya jembatan yang berwarna kuning yang menarik peminat
masyarakat untuk berfoto di sini. Namun pemandangan sekitar jemabatanpun sangat
indah. Dibelakang Jembatan Kuning terbentang pegunungan hiijau yang asri dan di
bawah jembatannya terdapat perkampungan dan terasering perkebunan sehingga
semakin membuat masyarakat dimanjakan saat beristirahat di sini. Sembari
berfoto ria, masyarakat juga bisa menikmati jajanan di pinggir-pinggir jalan
sekitar Jembatan Kuning. Berbagai jajanan disuguhkan seperti mie instan, kopi,
dan oleh-oleh khas Ibun.
Setelah menikmati berfoto ria di keindahan Jembatan Kuning, tidak
ada salahnya untuk mengunjungin beberapa objek wisata yang ada disekitarnya,
misalnya objek wisata 6 kawah abadi yang bernama Kawah Hujan, Kawah Kereta Api,
Kawah Nirwana, Kawah Manuk, Kawh Cibuliran, dan Kawah Kamojang. Kawah Kamojang
merupakan kawah yang paling terkenal diantara keenam kawah tersebut. kawasan
Kawah Kamojang. Kawah Kamojang ini merupakan kawah vulkanik yang juga sumber
panas bumi. Sejak lama disini telah berdiri Pembangkit Listrik Tenaga Panas
Bumi. Biaya masuk ke kawah tersebut juga sangat terjangkau, cukup membayar Rp.
5.000,00 saja pengunjung sudah dapat menikmati pemandangan indah dan bisa
menikmati sauna alami atau berendam air panas di kawasan geothermal.
Jembatan Kuning atau Kamojang Hill
Bridge tidak salah jika dipilih sebagai ikon Kabupaten Bandung dikarenakan
keindahan disuguhkan ole bentuk jembatannya serta pemandangan yang disuguhkan
disekitarnya. Serta objek-objek wisata di sekitar kabupaten Bandung dan Garut juga
jangan sampai dilupakan. Objek wisata 6 kawah juga bisa menjadi salah-satu
destinasi yang direkomendasi untuk masyarakat yang ini berlibur dan
menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman dengan menikmati
pemandangan indah dan juga bisa berendam di pemandian air panas alami dengan
harga yang terjangkau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar