Kamis, 12 Desember 2019

Mengenal Borondong Manis Makanan Tradisional Asli Ibun

oleh Winda Dwi Apriliani Wijaya


Borondong garing...
Ider kota pilemburan...
Mekar lumaku diri...
Anu dagang bari mimitran...

Pernahkah kalian mendengar lirik lagu seperti di atas? Kalo sudah, tentu kalian akan hafal sekali dengan makanan yang bernama “Borondong” pastinya. Ya, Borondong merupakan salah satu makanan yang berasal dari Majalaya, khususnya Kecamatan Ibun. Jika kesana, akan banyak sekali dijumpai pedagang yang menjajakan borondong di pinggir jalan.
Borondong merupakan salah satu makanan yang lezat dan juga unik. Makanan yang terbuat dari beras ketan asli. Untuk menghasilkan borondong yang nikmat tentunya tidak menggunakan sembarang ketan, beras ketan yang dipakai harus ketan yang masih di tangkainya. Namun, borondong juga tidakhanya terbuat dari beras ketan saja, ada jenis lainnya yang gterbuat dari biji jagung. Jagung yang sudah siap disangrai, kemudian setelah disangrai dibersihkan dari cangkangnya. Bisa dibilang borondong jagung ini adalah popcorn dengan kearifan lokal.  Nah, jika jagung yang disangrai tadi telah menjadi seperti popcorn, proses selanjutnya adanya mencampurkan gula merah atau gula putih yang telah dicairkan, biasanya disebut dengan kinca. Jika sudah dicampur rata, borondong siap dibentuk sesuai keinginan, ada yang berbentuk bulat, persegi, bahkan ada yang sebesar bola futsal loh.
Borondong pertama kali dibuat oleh Ambu Enit sekitar tahun 1920-an. Awalnya makanan ini dibuat hanya untuk camilan anak-anaknya, bukan untuk dijual. Namun, pada 1940-an anak-anak Ambu Enit, Bi Anah dan Bi Tarsih membuat borondong untuk memenuhi pesanan dari sebuah hajatan. Mulai pada awal tahun 1950 borondong mulai diketahui banyak orang. Tetangga-tetangga Bi Anah dan Bi Tarsih pun ikut membantu membuat borondong. Mulai saat itulah, mereka merintis bisnis membuat makanan tradisional ini untuk memenuhi pesanan yang semakin banyak. Sejak saat itu juga borondong menjadi jualan warga sekitar.
Borondong juga memiliki jenisnya masing-masing, yaitu ada borondong garing dan juga  enten. Seperti yang telah dijelaskan di atas, borondong garing adalah beras ketan ataupun jagung yang disangrai, kemudian dicampur dengan gula yang telah dilelehkan atau biasa disebut kinca kemudian dibentuk sesuai keinginan. Sedangkan enten sejenis wajik perpaduan beras ketan dan gula kemudian dibukus oleh ketan ataupun jagung. Agar lebih menarik aromanya, biasanya pembuat enten menambahkan wangi makanan alami dari buah nanas atau buah mangga jenis kweni.
Walaupun borondong ini makanan tradisional, borondong tetap bertahan sampai sekarang. Kenikmatannya tidak kalah meski bersaing dengan makanan-makanan modern saat ini. Jika kalian penasaran dan ingin melihat langsung pembuatan borondong ini, bisa datang langsung datang ke tempat pembuatannya di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Namun jika tidak sempat datang ke tempatnya, bisa juga ditemukan di pinggir jalan, atau zaman modern ini sudah cukup banyak dibeli lewat online dan dikirim oleh kurir.
Untuk menarik minat pembeli, borondong saat ini dikemas dengan kemasan yang lebih menarik dan bentuk yang menarik. Sehingga penikmat borondong tidak hanya kalangan dewasa, namun anak-anak dan remaja pun tertarik untuk menikmati salah satu makanan tradisional ini. Borondong cocok sekali dinikmati sendiri maupun bersama orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman. Jauh lebih nikmat jika dinikmati dengan secangkir teh hangat ataupun secangkir kopi. Salah satu makanan yang nikmat dikonsumsi kapan pun.
Dari segi harga, tentunya makanan tradisional ini terjangkau. Harganya cukup bervariasi tergantung penjual dan jenis-jenis borondong tersebut. Biasanya harganya dipatok mulai dari Rp 5.000, hingga puluhan ribu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar